Search

Thursday, 24 April 2014

7 Keajaiban Dunia


Sekelompok murid ditugaskan untuk membuat daftar tentang segala sesuatu  yang mereka anggap sebagai tujuh keajaiban dunia. Meskipun terjadi beberapa ketidaksepakatan, namun kebanyakan  murid membuat  daftar sebagai berikut :
  1.  Piramid di Mesir
  2. Taj Mahal
  3. Grand Canyon
  4. Terusan Panama
  5. Empire State Building
  6. St. Peter’s Basilica
  7. Tembok Cina

Ketika mengumpulkan kertas para murid, Pak Guru memperhatikan ada seorang murid perempuan yang belum menyerahkan daftarnya, lalu ia bertanya apakah ia  mengalami kesulitan dalam menyusun daftarnya.

Murid permpuan itu menjawab, “Ya”, ada kesulitan  sedikit. Aku tidak bisa memutuskan mana yang harus ku daftar. Ada begitu banyak keajaiban.”

Pak Guru berkata, “Jika demikian, bacakan kepadaku apa-apa yang telah kau catat, mungkin nanti aku bisa membantu.”

Murid itu ragu sejenak, tapi kemudian membacakan daftarnya, “Menurutku, tujuh keajaiban dunia adalah :
  1. Menyentuh
  2.  Merasakan
  3.  Melihat
  4. Mendengar
  5. Meraba
  6.  Tertawa
  7.   Dan mencintai
Ruang kelas menjadi begitu sunyi sehingga suara jarum jatuh pun terdengar.

***

Kegiatan yang sering kita abaikan, kita anggap sepele dan biasa sesungguhnya merupakan kegiatan yang menakjubkan. Ini adalah peringatan bahwa, hal-hal yang paling berharga dalam kehidupan adalah hal-hal yang tidak dapat kita beli.

Saturday, 19 April 2014

Menjadi Dirimu Yang Terbaik

Kebaikan yang kau dapati pada orang lain juga ada dalam dirimu.
Kesalahan yang kau temukan pada orang lain juga merupakan kesalahanmu. 
Alhasil, untuk mengenali sesuatu kau harus mempunyai pengetahuan tentangnya. 
Kemungkinan yang kau lihat dalam diri orang lain juga mungkin terdapat dalam dirimu.
Kecantikan yang kau lihat di sekelilingmu juga merupakan kecantikanmu. 
Dunia sekitarmu adalah suatu refleksi, cermin yang kau gmabarkan orang macam apa kau ini.
Untuk mengubah dunia kau harus mengubah dirimu dahulu. Menyalahkan orang lain dan berkeluh kesah hanya akan membuat urusan menjadi runyam. 
Apapun yang menjadi pedulimu adalah juga tanggung jawabmu.
Apa yang kau lihat pada orang lain menunjukan kepadamu dirimu sendiri. 
Lihatlah yang terbaik pada orang lain niscaya kau menjadi yang terbaik bagi dirimu. 
Berikan pada yang lain niscaya kau memberi dirimu sendiri. Hargailah keindahan niscaya kau akan menjadi indah. Kagumi kreatifitas niscaya kau akan kreaif.
Berikan cintamu niscaya kau akan dicintai. 
Berusahalah untuk memahami niscaya kau akan dipahami. 
Dengarkanlah niscaya suaramu akan didengar. Ajarkanlah niscaya kau akan mendapat pengetahuan.

Tampilkan wajah terbaikmu di hadapan cermin niscaya kau akan senang dengan wajah yang menatapmu.

Thursday, 17 April 2014

Resep Pembasmi Stres


Berdoa.

Tidur pada waktunya.

Bangun tepat waktu sehingga kau dapat memulai harimu dengan tidak terburu-buru.
Katakan “tidak” pada proyek yang tidak cocok dengan perencanaan waktumu atau yang dapat membahayakan kesehatanmu.

Delegasikan tugas kepada orang lain yang mampu.

Sederhanakan dan jangan kacaukan hidupmu.

Yang kurang terkadang merasa lebih. (Meski “satu” itu sering kali tidak cukup, tapi dua terkadang terlalu banyak ).

Luangkan waktu untuk melakukan berbagai hal dan pergilah ke berbagai tempat lain.

Atur langkahmu. Rencanakan perubahan besar dan rencanakan kerja lembur untuk proyek yang rumit. Jangan himpun seluruh pekerjaan berat sekaligus.

Lalui satu hari setiap harinya.

Hiduplah menurut anggaran, jangan gunakan kartu kredit untuk pembelian biasa (sehari-hari).

Sediakan berbagai cadangan : cadangan kunci mobildidompetmu, cadangan kunci rumah yang kau kubur di kebunmu, cadangan perangko, dll.

JM( Jaga Mulut) kalimat pendek ini dapat melindungimu dari kesulitan panjang.

Lakukan olah raga yang cukup.

Makanlah dengan benar.

Rapikan barang-barang sehingga semua terletak pada tempatnya.

Ketika mengendarai mobil dengarkanlah kaset yang dapat membantu memperbaiki kualitas hidupmu.

Luangkan waktu setiap hari untuk menyendiri.

Ada masalah? Bicarakan langsung dengan Tuhan di tempat itu juga. Jangan tunggu sampai datang waktu tidur untuk berdoa.

Bersahabatlah dengan orang-orang saleh.

Simpanlah ayat-ayat suci kesukaanmu yang setiap saat dapat kau baca.

Tertawalah!

Tertawalah lagi.

Kembangkan sikap pemaaf, kebanyakan orang telah berusaha sebaik mungkin.

Berbaik hatilah terhadap orang-orang yang jahat (mereka mungkin sangat membutuhkan sikap itu.)

Kurangilah bicara, perbanyaklah mendengar.

Ingatkan dirimu, bahwa kau bukan General Manager jagad raya ini.


Setiap malam sebelum tidur, renungkanlah satu nikmat yang belum pernah kau syukuri.

Sunday, 27 October 2013

Mengutamakan Keluarga

Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung, menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan.

Setelah mendengar kabar tersebut, ia memilih untuk pulang dan tidak mengikuti kejuaraan dunia dan memutuskan untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian di tahun 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia. Telegram itu isinya:

“Ayah, terima kasih karena telah menunggu kelahiran saya. Saya akan pulang membawa medali emas yang seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yang lalu. Anakmu tersayang, Frank…”

Dari kisah di atas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi kepala keluarga tersebut.

Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yang kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka, keluarga yang kita cintai.

Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, dan promosi tidaklah se-berarti kebersamaan kita dg keluarga.

Jadi relakah kita menukar kehangatan dalam keluarga dengan kesibukan dalam pekerjaan yang MUNGKIN sudah sangat berlebihan?

Pastikan ketika kita ada di posisi puncak gunung kesuksesan, kita mengibarkan bendera kemenangan dengan pelukan hangat orang-orang yang kita sayangi di sekitar kita.

Wednesday, 10 July 2013

Tuhan itu ada

Ada seorang pemuda yang meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru Agama yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Pemuda  : “Anda siapa?, Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?”
Ulama     : “Saya hamba Allah & dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan Anda.”
Pemuda   : “Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan  saya.”
Ulma       : “Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.”
Pemuda   : “Saya punya tiga buah pertanyaan.”
Pertanyaan:
  1.  Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
  2. Apakah yang dinamakan Takdir?
  3. Kalau setan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yg dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yg sama.  Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Ulama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras (sambil menahan sakit)
Pemuda   : “Kenapa anda marah kepada saya?”
Ulama     : “Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas tiga buah pertanyaan yang Anda ajukan kepada saya.”
Pemuda   : “Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.”
Ulama      : “Bagaimana rasanya tamparan saya?”
Pemuda   : “Tentu saja saya merasakan sakit!”
Ulama      : “Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?”
Pemuda    : “Iya.”
Ulama      : “Tunjukan pada saya wujud sakit itu.!!”
Pemuda    : Saya tidak bisa..!!
Ulama     : Itulah jawaban pertanyaan ke 1, kita semua merasakan keberadaan Tuhan  tanpa mampu melihat wujudnya.”

Ulama      : “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”
Pemuda    : Tidak.!!
Ulama      : “Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?”
Pemuda    : “Tidak.!”
Ulama      : “Itulah yg dinamakan Takdir.!!”
Ulama      : “Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan tuk menampar anda?”
Pemuda    : “kulit.!”
Ulama      : “Terbuat dari apa pipi anda?”
Pemuda    : “kulit!”
Ulama      : “Bagaimana rasanya tamparan saya?”
Pemuda    : “Sakit.”
Ulama      : “Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika
Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk setan.”


Sunday, 7 July 2013

Kesempurnaan Hidup


Suatu hari Kahlil Gibran bertanya kepada gurunya.
Gibran : "Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?”
Sang Guru : Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang...!!!

(setelah berjalan dan sampai di ujung taman, gibran kembali dengan tangan hampa.)

Lalu sang Guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun...???"
Gibran : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya tapi aku tidak memetiknya karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi...!!!"

Sambil tersenyum Sang Guru berkata : "Yaa... itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan...!!!"

***
Sahabat...
Marilah kita sadari bahwa apa yang kita dapatkan hari ini adalah yang terbaik menurut Allah SWT dan jangan pernah ragu, karena kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat menjalani hidup ini... Aamiin...


Tuesday, 2 July 2013

Makna Al-fatihah Saat Shalat

Kita semua sudah tahu bahwa Surah Al-Fatihah terdiri dri 7 ayat, di turunkan di Makkah, disabut Al-Fatihah (Pembukaan) karena surah inilah di mulainya Al-Qur'an, juga dinamakan Ummul Kitab (Induk Kitab), dan kita diwajibkan membacanya setiap kali shalat, Al-Fatihah juga dinamakan As-Sab'ul Masani (7 yang ber-ulang-ulang) karena ayatnya ada 7 dan di baca ber-ulang-ulang.

Saat membaca surah Al-Fatihah pada waktu shalat, banyak sekali orang yang cara membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat selesai shalatnya, padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita harus berhenti setiap selesai membaca satu ayat.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman : "Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku". •Artinya: tiga ayat diatas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.

Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin".
Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"
Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"
Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.”
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.. Akan Ku penuhi yang ia minta.”
(H.R. Muslim dan At-Turmudzi)

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapanmu..

Selanjutnya ucapkanlah "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita. Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya.”

Subhanallah..

Monday, 1 July 2013

WANITA YANG BERUNTUNG



Suasana pagi itu sangat sibuk. Jam menunjukan pukul 08:30 ketika seorang lelaki tua tua umur 80-an masuk untuk meminta agar jahitan di ibu jarinya dilepas. Ia berkata bahwa ia sedang terburu-buru karena ada janji pukul 09:00. Aku memahami gelagatnya lalu memintanya untuk duduk. Aku tahu pekerjaan ini akan memakan waktu lebih dari satu jam sebelum orang lain bisa menemuinya.

Aku perhatikan ia melihat jamnya lalu memutuskan untuk dilepas  jahitanya. Karena saat itu aku sedang tidak sibuk dengan pasien-pasien lain, maka aku teliti luka di ibu jarinya. Ternyata lukanya telah sembuh dengan baik, lalu kuakatakan keapda salah seorang dokter apa yang hendak kulakukan. Aku lalu menyiapkan peralatan dan barang-barang yang kuperlukan untuk melepas dan membalut lukanya.

Sambil merawat lukanya aku terlibat dalam pembicaraan denganya. Aku bertanya apakah pgi ini ia punya janji dengan salh seorang dokter di sini karena ia tampak begitu terburu-buru. Ia menjawab tidak, ia harus pergi ke rumah perawat (nursing home) untuk sarapan bersama istrinya. Aku lalu bertanya tentang keadan istrinya. Ia berkata bahwa istrinya menderita Alzheimer dan belum lama dirawat di tempat itu.

Saambil mengobrol, kuselesaikan balutan di ibu jarinya. Aku bertanya apakah istrinya akan merasa khawatir bahawa hari ini ia agak terlamabat. Ia menjawab bahw istrinya sudah lma tahun tidak lagi mengenalinya.

Aku merasa terkejut dan bertanya, “Apakah kau pergi kesana setip hari meski istrimu sudah tidak mengenalimu?”

Ia tersenyum, menpuk tanganku lalu berakata,”Benar ia tidak mengenaliku, tapi kan mengenalinya!”

Aku harus menahan tangis haruku ketika pergi. Aku merenung,”Ini ,”Ini adalah jenis cinta yang kuharapkan dalam hidupku.”

Sungguh istrinya adalah wanita yang beruntung. Seharusnya kita memiliki cinta seperti ini. Cinta tidak bersifatjasmani, dan tidak pula hanya bersifat romantis.  Cinta sejati adalah kesediaan untuk menerima apa adanya, dan kerelaan untuk menerima apa yang telah, apa yang akan dan apa yang tidak kan terjadi.

Sahabat yang baik seperti bintang dan langit. Kau tidak dapat selalu melihatnya, namun kau tahu bahwa mereka ada di luar sana.

(Author Unknown)

Sunday, 23 June 2013

Lihatlah diri sendiri

Seburuk-buruknya akhlak seorang lelaki.
Ia tetap akan memilih wanita baik-baik yang akan dijadikan pendamping hidupnya.

Begitu juga sebaliknya.

Seburuk-buruknya akhlak seorang wanita..
Ia tetap akan berharap lelaki baik-baik yang akan menjadi pendamping hidupnya.

Pertanyaannya..
Sudah adilkah jika lelaki mempunyai pilihan seperti itu?
Sudah adilkah jika wanita mempunyai harapan seperti itu?

Bukankah dengan sangat jelas Allah telah memperingatkan kita?
Bahwa yang baik akan mendapatkan yang baik?
Dan yang keji akan mendapatkan yang keji?

Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan tindakan.

Dan jawaban yang bijak itu adalah :
Jika kita ingin pasangan yang baik maka kita harus terlebih dahulu menjadi pribadi yang baik. 


Ingatlah..
Firman Allah itu nyata dan tak diragukan lagi kebenarannya.

Monday, 10 June 2013

CINTA, SUKSES DAN KAYA

            Seorang wanita yang keluar rumah mendapati di halaman depan ada tiga kakek berjenggot putih dan panjang.
            “saya kira, saya tidak kenal kalian, tapi kalian pasti lapar. Silakan masuk untuk makan. “kata wanita itu.
            “Apakah suaimu dirumah?” tanya mereka.
            “Tidak, ”jawab wanita itu. “ia sedang keluar.”
            “Kalau demikian kami tidak bisa masuk, “kata mereka.
            Ketika hari telah sore dan suaminya telah datang, wanita itu bercerita kepadanya tentang apa yang terjadi di rumahnya.
“Beritahu mereka, aki telah datang dan mereka dipersilahkan masuk”, kata suaminya.
            Wanita itu lalu keluar untuk memanggil mereka.
            “Kami tidak masuk rumah bersama-sama, “jawab mereka.
            “Mengapa demikian?” tanya wanita itu.
            Salah seorang dari mereka berkata, “Nama dia KAYA,” katanya sambil menunjuk salah seorang temanya, lalu ia menunjuk temanya yang lain, “Nama dia SUKSES, dan aku sendiri bernama CINTA.

            Ia kemudian melanjutkan, “Nah, sekarang bicarakan dengan suamimu, siapa diantara kita yang akan kalian undang ke dalam rumah kalian.”

            Wanita itu masuk lagi lau menceritakan pada suaminya pembicaraan mereka. Suaminya merasa heran, “Waw..., alangakah anehnya. Klau demikian, marilah kita undang KAYA. Biarkan dia masuk dan mengisi ruang kita dengan keekayaan.”
            Tapi istrinya tidak setuju.
            “Saya..., mengapa kita tidak undang saja SUKSES?” kata istrinya.
            Menatu peremouan mereka yang sejak tadi mendengarkan dari sudut rumah mengusulkan, “Apkah tidak lebih baik kita undang CINTA? Rumah kita nanti akan dipenuhi dengan cinta.”
            “Benar! Mari kita ikuti saran menantu kita,” kata sang suam kepada istrinya. “panggilah CINTA untuk menjadi tamu kita!”
            Sang istri lalu keluar dan bertanya, “Siapa yang di antara kalian yang bernama CINTA? Msuklah dan jadilah tamu kami!”
            CINTA bangun dan berjalan kearah rumah. Kedua orang tua yang lain bangkit mengikuti CINTA. Merasa heran, wanita itu bertnya kepada KAYA dan SUKSES, “Aku hanya mengundang CINTA, mengapa kalian berdua ikut masuk?!!

            Mereka berkata, “Kalau kau mengundang KAYA atau SUKSES, maka dua orang dari kami akan tinggal di luar. Tetapi karena kau mengundang CINTA kemana ia pergi, kami berdua selalu mengikutinya.” (Author Unknow)

Friday, 10 May 2013

Sifat Manusia



Yang tinggal di gunung merindukan pantai. 
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.

Di musim kemarau merindukan musim hujan. 
Di musim hujan merindukan musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang. 
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam. 

Diam di rumah merindukan bepergian. 
Setelah bepergian merindukan rumah. 

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom.
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing.

Waktu tenang mencari keramaian. 
Waktu ramai mencari ketenangan. 

Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik. 
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh.

Punya anak satu mendambakan banyak anak. 
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja. 

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki. 
Namun setelah dimiliki tak indah lagi. 

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ? 

"Semoga kita jadi pribadi yang selalu bersyukur.
Amiin.

Salah Satu Janji Allah SWT


Allah sudah berjanji. Allah akan memberi kepada siapa saja hamba-Nya yang mau berdoa, yang mau meminta.


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

(QS al-Baqarah [2]: 186).

Thursday, 9 May 2013

Untukmu Yang Jauh Di Sana






Bismillahirrahmaanirrahiim,,,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Untukmu yang jauh disana,Berdinding jarak dan waktu,
Berbatas ruang diantara kita..

Masihkah kau jaga hatimu untukku ??
Masihkah terbesit kerinduanmu padaku ??

Untukmu yang jauh disana..
Ku harap kau slalu menjaga hatimu..
Seperti disini aku menjaga hatiku..

Semoga cintamu pada_NYA menjagamu dari angin2 keburukan yang mampu membuatmu lalai akan perintah_NYA..

Semoga kasihmu pada_NYA membuatmu mampu bertahan dalam perpisahan yang panjang ini..

Jika aku disini menanti, ku harap kau disana menjaga..
Jika aku disini berdo’a, ku harap kau disana setia..

Aku tak berharap di pertemukan denganmu..
Tapi aku meminta dipersatukan dalam cinta_NYA..

Aku tak berharap kesempurnaanmu..
Kerana aku ingin melengkapinya dengan kekuranganku..

YA RABBANAA..
Satukan kami dalam naungan cinta_MU..
Dan cintakan kami pada kebaikan..
Agar cinta kami dapat menyatu menjadi kebaikan..

YA RABBANAA..
Satukan kekurangan kami dalam Ridha_MU..
Agar kekurangan itu dapat melebur menjadi kesempurnaan..

YA RABBANAA..
Yang kami inginkan hanyalah kesempurnaan cinta_MU..
Karena hanya begitulah tidak akan ada rasa terluka dan kecewa pada akhirnya..

Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

Tuesday, 2 April 2013

Laut Yang Dibakar Api


Imam Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang pergi haji, berumrah, atau berperang dijalan Allah. Sesungguhnya dibawah laut ada api dan dibawah api ada laut”

Apa yang disebutkan dalam hadis ini sesuai dengan sumpah Allah yang terdapat dalam Surah al-Thurr:
Demi bukit, dan kitab yang ditulis,’pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Makmur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang dibakar api, sesunggubnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (QS Al-Thur : 1-8)

Ketika ayat itu diturunkan) orang-orang Arab belum bisa memahami maksud “laut yang dibakar api” .  Paparan dalam hadis dan ayat di atas seakan-akan bertentangan dan tak masuk akal. Sebab, air akan memadamkan api dan api dapat menguapkan air. Bagaimana mungkin dua hal yang bertolak belakang itu disatukan? Pertanyaan inilah yang mendorong para ulama klasik sampai pada kesimpulan bahwa “laut yang dibakar api” adalah peristiwa yang akan rerjadi kelak di hari akhir. Mereka menyandarkan kesimpulan ini pada ayat lain dalam Surah al-Takwir ayat 6, “Dan apabila lautan dibakar (sujjirat)”

Memang semua ayat yang ada di awal Surah al-Takwir menunjukkan pada persoalan-persoalan yang akan terjadi di masa depan, yakni di alam akhirat. Namun, semua sumpah yang ada di awal-awal Surah al-Thurr berkaitan dengan berbagai realitas kehidupan kita sekarang, di dunia ini.
Jawaban atas misteri yang disabdakan Muhammad rosulullah saw dan firman Allah 14 abad silam tersebut baru mulai terungkap setelah Perang Dunia II, saat para ilmuwan melakukan ekspedisi bawah laut untuk mencari harta karun atau sisa-sisa peradaban kuno yang tenggelam di dasar samudra. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan apa yang mereka temukan. Mereka melihat deretan pegunungan vulkanik sepanjang puluhan ribu kilometer di tengah-tengah dasar samudra, salah satunya di Laut Merah.

Di antara fenomena mencengangkan yang dapat disaksikan para ahli sekarang ini adalah bahwa kobaran lava di dasar samudra atau lautan itu tidak bisa padam. Dan sebaliknya, sekalipun temperatur lava mencapai di atas 1.000 c, air yang terdapat di samudra itu tidak sampai habis menguap. Fenomena ini menunjukkan adanya keseimbangan antara air dan api (lava). Fenomena yang dapat kita saksikan di setiap samudra dan beberapa laut (seperti Laut Merah) merupakan bukti kemahakuasaan Allah serta kebenaran kandungan Al-Quran dan kerasulan Muhammad.

Dalam sebuah proyek gabungan antara Kerajaan Arab Saudi, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksplorasi kekayaan mineral di dasar Laut Merah, para pekerja menyaksikan sebuah fenomena yang menurut mereka sangat mengejutkan. Fenomena ini bermula ketika mereka mengangkat tanah dari dasar Laut Merah, yang kedalamannya mencapai 3.000 meter, dengan menggunakan alat keruk. setelah diletakkan di dek kapal, alat keruk itu tidak dapat didekati, karena sangat panas. Dan ketika dibuka, keluarlah gumpalan-gumpalan tanah bercampur air panas yang mengepulkan asap. Setelah diteliti, panasnya ternyata mencapai 3000 C!

Berdasarkan penelitian para ahli, ledakan (erupsi) gunung berapi di dasar samudra lebih dahsyat daripada ledakan gunung berapi yang ada di daratan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa air tanah dikeluarkan oleh Allah Swt. dari dalam bumi melalui proses erupsi gunung berapi dan rekahan kerak bumi. Di samping itu, penelitian juga membuktikan bahwa di dalam dan di bawah cairan magma (molten rock) terdapat air dengan volume puluhan kali lebih besar daripada air yangada di atas permukaan bumi. Ini membuktikan kebenaran hadis Nabi saw. bahwa “di bawah laut ada api dan di bawah api ada laut”.

Fakta-fakta ilmiah yang telah dikemukakan oleh Rasulullah empat belas abad yang lampau ini baru dapat diketahui kebenarannya oleh manusia beberapa tahun belakangan ini. Ini berarti, Rasulullah benar-benar utusan Allah, terhubung dengan wahyu, dan mendapat arahan langsung dari Allah. Maha benarlah Allah ketika Dia berfirman tentang Muhammad:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut hemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (]ibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang Dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian Dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah Dia dekat (hepada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu Dia menyampaikan kepada bamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

(Q.S. Al-Najm: 3-10)


Allah itu adil


Suatu ketika Nabi Musa AS bermunajat di bukit Thursina. “Ya, Allah, tunjukkanlah keadilanmu kepadaku!”

Allah pun berfirman kepada Musa, “Jika Aku menampakkan keadilan-Ku kepadamu, engkau tidak akan sabar dan tergesa-gesa menyalahkan-Ku”.
“Dengan taufik-mu”, kata Musa, “aku akan bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-mu”.

Firman-Nya, “pergilah engkau ke sebuah mata air. Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi”!

Musa pun pergi ke mata air yang ditunjukkan kepadanya. Tidak lama kemudian, datanglah seorang penunggang kuda. Ia turun dari kudanya, mengambil air dan minum. Saat itu, ia menyimpan sekantong uang. Dengan tergesa-gesa ia pergi sehingga lupa membawa uang yang disimpannya.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang anak kecil untuk mengambil air. Ia melihat sekantong uang lalu mengambilnya dan langsung pergi.

Setelah anak itu pergi, datanglah seorang kakek buta. Ia mengambil air untuk minum, berwudhu dan sholat. Setelah si kakek selesai sholat, datanglah penunggang kuda tadi untuk mengambil uangnya yang tertinggal. Ia menemukan kakek buta itu sedang berdiri dan akan segera beranjak pergi.
“Wahai kakek tua, kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang”!

Betapa kagetnya kakek itu. Ia berkata, “Bagaimana saya dapat mengambil kantong Anda, sementara mata saya tidak dapat melihat?”

“Kamu jangan berdusta. Tidak ada orang lain disini selain dirimu”! Bentak si penunggang kuda. Setelah bersitegang, akhirnya kakek buta itu dibunuhnya. Kemudian, ia menggeledah baju si kakek, sayang ia tidak menemukan uang yang dicarinya.

Saat melihat kejadian tersebut nabi Musa protes kepada Allah SWT, “Ya Allah, hamba sungguh tidak sabar melihat kejadian ini. Namun hamba yakin Engkau Maha Adil. Mengapa kejadian itu bisa terjadi”?

Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk menjelaskan apa yang terjadi. “Wahai Musa, Allah Maha Mengetahui hal-hal gaib yang tidak engkau ketahui. Anak kecil yang mengambil kantong itu sebenarnya mengambil haknya sendiri. Dahulu, ayahnya pernah bekerja pada si penunggang kuda, tetapi jerih payahnya tidak dibayarkan. Jumlah yang harus dibayarkan sama persis dengan yang diambil anak itu. Sementara si kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebeluk ia mengalami kebutaan”.

Sekeranjang Air


”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl/16: 125)

Alkisah, tersebutlah seorang kakek yang dikenal sangat rajin membaca Alquran setiap pagi. Dia selalu duduk di meja dapur dan membaca Alquran. Cucu laki-lakinya mencoba meniru sang kakek, dengan membaca Al-Qur’an setiap pagi.

”Kakek, saya mencoba membaca Alquran seperti Kakek, tapi saya tidak pernah bisa mengerti. Setiap saat, saya membaca untuk memahami, tapi setiap saya selesai membacanya dan menutup Alquran, saya selalu lupa lagi. Apa untungnya membaca Al-Qur’an?”

Sang kakek terdiam sejenak, dan sejurus kemudian menjawab, ”Tolong ambilkan air dari sungai dengan keranjang ini, dan bawakan Kakek sekeranjang air.”

Sang cucu pun kemudian menuruti apa yang dikatakan oleh si kakek. Dia lalu mengambil air dari sungai dengan keranjang. Namun, apa yang diperolehnya? Air yang diambilnya dengan keranjang tadi selalu merembes ke luar dan habis sebelum dirinya sampai di rumah.

Si kakek tertawa tanpa mau menolongnya. Dikatakannya kalau sang cucu harus lebih cepat bergerak lain waktu.

Benar saja. Sang cucu di lain waktu kembali mencoba mengambil air dengan keranjang dan berlari lebih cepat agar air dalam keranjang itu tidak habis sia-sia. Namun, lagi-lagi tetap saja keranjang kosong sebelum dia sampai di rumah. Kehabisan napas, sang cucu mengatakan kalau dirinya tidak mungkin membawa sekeranjang air.

Untuk memuluskan niatnya mendapatkan kecukupan air, si cucu sekali lagi mencobanya. Namun, ia kali ini mengambil sebuah ember untuk mengambil air. Lantaran tahu maksud cucunya, sang kakek langsung berkata, ”Kakek tidak mau seember air, tapi yang Kakek maui adalah sekeranjang air. Sungguh kamu tidak cukup berusaha keras, Cucuku.”

Meski tahu bahwa hal itu adalah hal yang sangat tidak mungkin, sang cucu tetap membawakan sekeranjang air dengan berlari secepat mungkin. Untuk yang terakhir kalinya, usahanya tetap tidak membuahkan hasil seperti harapannya. Air yang diambilnya dengan keranjang tersebut habis sebelum sampai ke rumah.

”Kakek…, apa yang saya lakukan ini sama sekali tidak ada gunanya!” cetus si cucu, dengan nada sedikit kesal.
Dengan lemah lembutnya, tanpa rasa amarah sang kakek itu hanya tersenyum. Ia tidak lama kemudian berujar, ”Jadi, kamu pikir, ini tidak ada gunanya? Coba kamu perhatikan keranjang ini baik-baik, Cu….”

Sang cucu memperhatikan keranjang yang dibawanya, dan untuk pertama kalinya dia tersadar, dan takjub bahwa keranjang yang ada di tangannya itu kini terlihat sangat berbeda seka¬rang. Keranjang sudah berubah, dari keranjang yang kotor menjadi keranjang yang sangat bersih sekarang, baik bagian luar maupun bagian dalamnya.

”Cucuku, itulah yang terjadi saat kita membaca Alquran. Engkau mungkin tidak dapat mengerti dan mengingat segalanya, tapi ketika membacanya, engkau akan berubah menjadi lebih bersih, baik luar maupun dalam. Itulah yang dilakukan Allah SWT untuk hidupmu.”

Hikmah yang bisa diambil dari kisah yang sederhana ini adalah bo¬leh jadi ki¬ta tidak mengerti maupun tidak memahami sama sekali arti saat kita membaca Al-Qur’an. Namun, ketika kita membacanya, tanpa kita sadari kita akan berubah,  luar dan dalam.

Mari kita berupaya untuk hijrah menjadi lebih baik, dengan men¬syu¬kuri semua nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita. Salah satu ungkapan rasa syukur itu adalah dengan membaca Alquran untuk memperoleh rakhmat-Nya agar kita menjadi insan yang lebih baik, lebih bersih, luar dan dalam.
Insya Allah.
Wallahualam bisawab.

Friday, 15 March 2013

Kapan kita menikmati kehidupan ?



Kita meyakinkan diri kita bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik setelah kita menikah, setelah kita mempunyai anak, dan lain-lain. Lalu kita frustasi karena anak kita belum cukup dewasa, dan kita akan merasa lebih bahagia bila mereka telah dewasa; kemudian kita frustasi karena kita harus menghadapi anak umur belasan tahun, dan kita merasa akan lebih bahagia bila anak-anak telah melampaui masa remaja.

Kita berkata kepada diri kita bahwa kehidupan kita akan sempurna bila pasangan kita memiliki mobil lebih bagus, bila kita bisa pergi rekreasi, atau bila kita telah pensiun.

Yang benar adalah, tidak ada saat yang lebih baik untuk memulai hidup bahagia dari pada saat ini juga. Bila tidak sekarang, kapan lagi?


Kehidupanmu akan selalu penuh dengan tantangan-tantangan. Sebaiknya ini kau katakan kepada dirimu, lalu putuskanlah untuk berbahagia. Salah satu favoritku adalah ucapan Alfred D. Souza, ia berkata, “Sejak lama sering tampak padaku bahwa kehidupan yang sebenarnya akan segera dimulai. Tetapi selalu saja ada rintangan di jalan; ada sesuatu yang harus dikerjakan lebih dahulu, ada beberapa urusan yang belum tuntas, masih ada waktu yang harus dibaktikan, masih ada hutang yang harus diselesaikan, baru kemudian kehidupan yang sebenarnya berawal. Akhirnya, tidak seperti dugaanku, ternyata semua kesulitan dan rintangan itulah kehidupanku.”

Sudut pandang ini membantuku untuk menyadari bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan. Kebahagiaan adalah proses perjalanan itu sendiri.

Oleh karena itu, hargailah saat-saat yang kau miliki sekarang. Dan hargailah lebih banyak karena kau melewatkannya bersama orang-orang yang istimewa, cukup istimewa sehingga kau bersedia melewatkan waktumu bersama mereka. Dan ingatlah, waktu tidak akan menunggu siapapun. Jangan menunggu samapi kau selesai sekolah, sampai kau kembali sekolah, sampai berat badanmu turun 10 pon, sampai berat badanmu bertambah 10 pon, sampai kau punya anak, sampai anakmu keluar dari rumah, sampai kau bekerja, sampai kau pensiun, sampai kau menikah, sampai kau bercerai, sampai malam Sabtu, sampai Minggu pagi, samapai kau dapat mobil baru atau rumah baru, samapi kredit rumah atau mobilmu lunas. 

Yakinkan dirimu, bahwa tidak ada saat yang lebih tepat daripada hari ini untuk berbahagia. Kebahagiaan adalah PERJALANAN, bukan TUJUAN.

Friday, 8 March 2013

Makna Ijab Qabul


Arti dari Ijab Qobul : ''Aku terima nikahnya si dia binti Ayah si dia dengan Mas Kawinnya ............''
Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna "Perjanjian/ Ikrar'' tersebut ?
''Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia dari Ayah dan Ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku''.
Jika aku GAGAL? ''Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk
neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku.''
(HR. Muslim)


Duhai para Istri, begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan Allah, dengan disaksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Monday, 4 March 2013

Istriku, Berhentilah Mengeluh


Assalamu'alaikum



Bismillahirrahmanirrahiim..
Kisah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatu hari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.
Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”

“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya. “Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”

Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.
“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”
“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,”

kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.

Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”

Sang Suami membelai Istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,
“Coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada Putrinya:

  1. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.
  2. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
  3. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
  4. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.
  5. Wahai Fatimah ! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
  6. Wahai Fatimah ! Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
  7. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.
  8. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
  9.  Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
  10. Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.


Istrinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.
Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan.

Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketia ia rela dan ikhlas menjalani Fitrahnya sebagai seorang Istri.
Wallahu’alam bishshawab 

Wassalamu'alaikum

Saturday, 23 February 2013

Kerohanian


Bagi siapa saja yang selalu telat melaksanakan Sholat dan melalaikan Sholat, maka Allah SWT akan memberikan 3 hadiah, yaitu :
  1. Sibuk tiada Henti
  2. Kurang tiada Cukup
  3. Rugi tiada Untung
Perhatikan apakah ketiga hadiah itu ada dalam diri kita masing-masing?
Bersyukurlah bahwa kita selalu diingatkan oleh Allah S.W.T. untuk melaksanakan Sholat dalam setiap Adzan yang dikumandangkan.
(dari : Ust. Yusuf Mansyur “Benahi Sholat Kita”)

Seorang anak laki-laki tuna netra duduk di tangga sebuah bangunan dgn sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: saya buta, tolong saya.
Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewati anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis barisan kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dpt melihat apa yang baru ia tulis.

segera sesudahnya, topi itupun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya,
Apakah Bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi, apa yang Bapak tulis?

Pria itu berkata, saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda. Apa yang saya tulis adalah Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.

Bukankah tulisan yang pertama dan kedua sama saja?
Tentu arti kedua tulisan itu sama yaitu bahwa anak itu buta.
Tetapi tulisan yang pertama hanya bilang bahwa anak itu buta. Sedangkan tulisan yang kedua mengatakan pada orang-orang bahwa mereka sangat beruntung dapat melihat.

Pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini adalah bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. 
Jadilah kreatif, inovatif. 
Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.
Hal terindah adalah melihat seseorang tersenyum.
Tapi akan lebih indah jika mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya

sumber : http://rohis.sman1pramb-yog.sch.id/